ARTSH

Tak Lekang Oleh Waktu

Seputih cinta ini ingin kulukiskan di dasar hatiku
Kesetiaan janjiku untuk pertahankan kasihku padamu
Bukalah mata hati, ku masih cumbui bayang dirimu di dalam mimpi
Yang mungkin takkan pernah, membawamu di genggamku

Dirimu di hatiku tak lekang oleh waktu, meski kau bukan milikku
Intan permata yang t’lah pudar tetap bersinar, mengusir kesepian jiwaku

Kucoba memahami bimbangnya nurani, kupastikan semua
Tak akan kuingkari terlalu banyak cinta yang mengisi datang dan pergi
Namun tak pernah bisa lenyapkanmu di benakku

Dirimu di hatiku tak lekang oleh waktu, meski kau bukan milikku
Intan permata yang t’lah pudar tetap bersinar, mengusir kesepian jiwaku

Dirimu di hatiku tak lekang oleh waktu, meski kau bukan milikku
Intan permata yang t’lah pudar tetap bersinar, mengusir kesepian

Dirimu di hatiku tak lekang oleh waktu, meski kau bukan milikku
Intan permata yang t’lah pudar tetap bersinar, mengusir kesepian jiwaku

Tak lekang oleh waktu  

“Hei kamu yang diujung sana. Tahukah kamu bahwa kamu rupawan. Mengapa wajah itu selalu saja tidak bergembira. Seakan hidupmu penuh dengan penderitaan.
Hei kamu yang diujung sana. Tahukah kamu bahwa aku selalu memikirkanmu. Entah sudah berapa banyak tinta yang habis karena kupakai untuk menulis semua tentangmu. Ya, semua peristiwa kecil yang tidak penting, namun menurutku sangat berarti.
Hei kamu yang diujung sana. Tidak bisakah satu kali saja kamu tersenyum kepadaku. Wajahmu sangat dingin. Padahal kau pasti membuatku semakin tergila-gila bila kau menyunggingkan seutas senyum di wajahmu.
Hei kamu yang diujung sana. Aku lelah setiap hari bekhayal tiada henti. Membayangkan saat kita bersama dan wajahmu yang sedih itu hilang menjadi sebuah kebahagiaan yang abadi karena telah menemukan tambatan hatimu. Aku tahu khayalan ini bodoh, karena kamu tidak akan pernah bisa melihatku. Karena aku tidak rupawan, layaknya yang engkau inginkan.
Hei kamu yang diujung sana. Tahukah kamu bahwa aku sudah muak? Sudah muak menunggumu disini. Muak karena kamu tidak kunjung datang. Padahal sudah terlalu lama aku menantimu disini. Biarpun aku tahu bahwa aku menanti harapan yang semu.
Hei kamu yang diujung sana. Bisakah kamu menerima apa adanya diriku? Mewarnai hari-hariku yang abu-abu menjadi warna warni layaknya lukisan alam yang Tuhan goreskan setelah hujan.
Hei kamu. Tahukah kamu bahwa aku sudah lelah. Aku lelah menunggumu disini, aku lelah mengharapkan engkau akan datang, aku lelah menanti harapan yang kosong. Namun aku tidak pernah jenuh biarpun hati ini sudah muak, aku tidak pernah berpaling meski hati ini sudah hancur berkeping-keping. Aku tetap berharap kau akan memungut semua kepingan itu dan menyusunnya kembali untukku. Betapa bodohnya aku masih mengharapkan kamu yang jelas-jelas hanya melihatku dengan sebelah mata.
Hei kamu. Tak tahukah kamu bahwa ideku nyaris habis menuliskan semua tentangmu. Tahukah kamu bahwa sudah tersayat berapa banyak perasaanku saat mengetahui bahwa kamu memilih dia. Bahwa kamu menunggu orang lain disaat aku lelah menunggumu disini. Akankah kamu mengerti apa yang aku rasakan ini? Adakah sedikit aku singgah di hatimu? Aku akan sangat bahagia biarpun aku hanya sebuah serpihan kecil di hatimu, sungguh.
Hei kamu. Aku juga tidak mengerti sejak kapan perasaan ini berawal. Aku tidak memahami mengapa perasaan ini bisa tiba-tiba menghantuiku. Hingga aku sering terbangun di tengah hari dan tidak bisa tidur karena hampir gila memikirkan tentang dirimu. Ya, memikirkan tentang dirimu yang tidak akan pernah menerima apa adanya diriku, memikirkan dirimu yang akan menyisihkanku bila kau tahu apa yang aku rasakan padamu.
Hei. Aku sudah hampir kehabisan kata-kata untuk menuliskan tentangmu. Namun hati ini merasa tidak tenang bila aku hanya berdiam diri. Bila aku tidak mengungkapkan apa yang aku rasakan. Namun aku tidak mungkin mengutarakannya langsung kepada dirimu, karena aku hanyalah seorang wanita yang tidak ada apa-apanya di matamu. Aku hanyalah seorang wanita bodoh tidak menarik yang tidak bisa melakukan apapun selain menunggu disini, dan menuliskan ungkapan perasaanku sampai hati ini merasa benar-benar lelah dan memutuskan untuk pergi.
Hei rupawan. Tintaku sudah hampir habis. Tidak banyak kata-kata lagi yang bisa aku tuliskan. Aku hanya berharap tulisan aku ini bisa sampai kepadamu, agar engkau mengetahui betapa tersiksanya hati ini menunggumu dengan harapan yang semu. Ah, namun bila engkau membaca ini semua dan mengetahui bahwa ini aku tujukan kepadamu pasti engkau akan memandangku sebelah mata. Karena sampai kapanpun, kamu tidak akan pernah memahami apa yang aku rasakan kepadamu, dan tidak akan pernah membalas perasaanku karena aku hanyalah seorang gadis buruk rupa yang tidak mempunyai potensi seperti permaisuri impianmu itu.
Tinta ini sudah hampir tidak nyata lagi. Baiklah, sekian dulu ungkapan perasaanku. Dan yang terakhir, aku hanya ingin engkau tahu, bahwa aku akan terus menunggumu di sini hingga waktu menyuruhku untuk berhenti.”

6♥

fuckyeahmahasiswa:

KETIKA KERIPIK PEDAS MENGALAHKAN KETAMPANAN ANDA
dari frosthater

fuckyeahmahasiswa:

KETIKA KERIPIK PEDAS MENGALAHKAN KETAMPANAN ANDA

dari frosthater

Ini enak banget banget!

Ini enak banget banget!

Ini bener-bener mantep banget ramennya! 

Ini bener-bener mantep banget ramennya! 

“Cinta Yang Tak Mungkin”
— Indah senyumanmu takkan pernah sirna. Makin indah di hatiku. Walau kusadari cinta yang tak mungkin jadi. Meski ku tak bisa memiliki dirimu, takkan ku berpaling pergi. Makin ku mencintai ku lepas kau kekasih. Biar terbang tinggi, cinta yang tak mungkin, terbang tinggi
Almamater Ceria ♥

Almamater Ceria